Strategi minta gaji lebih tinggi
Sebagai alternatif yang lebih aman, para rekruter menyarankan pendekatan yang lebih terukur, seperti:
• Sampaikan secara langsung dan profesional bahwa tawaran gaji masih di bawah ekspektasi, berdasarkan tanggung jawab dan lingkup pekerjaan yang sudah dibahas.
Dengan cara ini, kamu bisa menunjukkan ketidaksesuaian tanpa menyinggung pihak perusahaan.
• Will Steward juga menekankan pentingnya memberi jeda sebelum merespons tawaran gaji. Menurutnya, diam sebentar lebih aman dan efektif dibandingkan reaksi spontan. Jeda waktu ini memberi kesempatan bagi perusahaan untuk meninjau ulang tawarannya.
• Alihkan pembicaraan ke nilai jangka panjang. Misalnya, “Jika saya melampaui target dalam enam bulan, seperti apa perkembangan kompensasinya?”
Pendekatan ini membantu perusahaan membayangkan kontribusi kita dan mendorong mereka menawarkan nilai lebih sejak awal.
Baca Juga: Pekerja Kontrak dengan Gaji Maksimal Rp10 Juta, Apakah Bebas Pajak di 2026?
• Kalau kamu pede dengan kemampuan kamu, sampaikan perbedaan rentang gaji di posisi serupa di perusahaan lain. Lalu, tanyakan seberapa fleksibel perusahaan terhadap kisaran tersebut. Ini menunjukkan kesadaran tentang gaji rata-rata tanpa terkesan memaksa.
Nah, kalau perusahaan tetap tidak bisa menaikkan gaji, jangan langsung menutup pintu. Pertimbangkan total kompensasi secara keseluruhan, seperti bonus dan tunjangan, kemungkinan untuk WFH beberapa hari dalam seminggu, atau peluang pengembangan karier.
Terkadang, gaji sedikit lebih rendah bisa sepadan kalau peran tersebut mendukung tujuan karier jangka panjang.
Yang penting, saat minta gaji lebih tinggi kamu sudah siap dengan cara berkomunikasi, riset, dan memahami konteks. Spontanitas mungkin bisa membawa keberuntungan saat wawancara kerja, tetapi strategi yang matang tetap menjadi pilihan paling aman.