- Politik Kantor Positif (Konstruktif)
Politik ini bertujuan untuk memajukan organisasi sambil tetap menghormati integritas rekan kerja.
- Fokus pada Solusi: Menggunakan pengaruh untuk memecahkan konflik atau mempercepat proyek yang tertunda karena birokrasi.
- Networking Terbuka: Membangun hubungan lintas departemen untuk berbagi informasi dan sumber daya demi keberhasilan bersama.
- Mendukung Orang Lain: Menggunakan kedekatan dengan atasan untuk menyuarakan ide bagus rekan kerja atau mempromosikan talenta yang layak.
- Win-Win Solution: Mencari kesepakatan di mana semua pihak merasa diuntungkan, bukan hanya diri sendiri.
Baca Juga: 6 Cara Mengarahkan Si Manipulatif Menjadi Negosiatif Supaya Kerja Tim Optimal
- Politik Kantor Negatif (Destruktif)
Politik ini biasanya didorong oleh ego dan keinginan untuk berkuasa dengan mengorbankan orang lain.
- Manipulasi Informasi: Menyembunyikan data penting atau menyebarkan informasi setengah benar (gosip) untuk menjatuhkan kredibilitas orang lain.
- Menjilat (Brown-nosing): Memberikan pujian berlebihan kepada atasan hanya untuk keuntungan pribadi, sering kali sambil meremehkan rekan sejawat di belakang mereka.
- Kredit yang Dicuri: Mengklaim hasil kerja tim atau orang lain sebagai pencapaian pribadi.
- Klik atau Kubu (Cliquishness): Membentuk kelompok eksklusif yang sengaja mengisolasi atau mempersulit orang di luar kelompok mereka.
Ketika kamu sudah mengenali indikasinya, maka kamu jadi bisa tentukan mana yang bisa kamu terima dan ikuti dan mana yang harus dihindari supaya tidak salah langkah. ***