PejuangKantoran.com - Dompet adalah salah satu barang yang pasti selalu kamu bawa kemana-mana. Tidak ada yang lebih penting dari dompet, karena di dalamnya ada uang, kartu identitas, dan banyak lagi.
Namun, kamu mungkin tidak sadar bahwa barang-barang yang kamu bawa dalam dompet bisa menjadi celah untuk pencurian identitas atau kejahatan lainnya jika tidak hati-hati. Eva Velasquez, CEO dari Identity Theft Resource Center, mengingatkan bahwa banyak dari kita yang menyimpan barang-barang yang mengandung informasi pribadi sensitif di dalam dompet, padahal informasi tersebut seringkali tidak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
"Membawa barang yang berisi lebih banyak informasi pribadi daripada yang kamu butuhkan bisa jadi risiko keamanan," kata Velasquez.
Sebagai langkah pencegahan, kamu sebaiknya membawa barang-barang yang paling penting saja, terutama jika terjadi kehilangan atau pencurian.
Baca Juga: BTN Mulai Proses Akuisisi Bank Victoria Syariah
Apa saja yang sebaiknya dikeluarkan dari dompet kamu? Berikut adalah beberapa barang yang sebaiknya tidak perlu ada dalam dompet kamu:
1. Kartu Jaminan Sosial
Di Indonesia, kartu jaminan sosial mungkin tidak begitu umum, namun kartu BPJS Kesehatan atau informasi serupa bisa menjadi sasaran. Informasi seperti nomor BPJS sangat penting, dan membawa kartu tersebut di dompet bisa menjadi risiko jika hilang atau dicuri. Dengan satu kartu ini, orang bisa mencoba melakukan penipuan atas nama kamu.
2. Paspor
Paspor adalah identifikasi penting, tetapi sebaiknya kamu hanya membawa paspor jika memang diperlukan, seperti saat bepergian ke luar negeri. Pencuri bisa menjual paspor yang dicuri di pasar gelap, yang bisa menyebabkan masalah serius.
Lebih baik kamu hanya membawa satu bentuk identitas yang diperlukan, misalnya KTP atau SIM (Kamu tidak perlu membawanya kalau kamu naik kendaraan umum), saat beraktivitas sehari-hari.
3. Kartu Bank
Jika kartu debit kamu hilang atau dicuri, uang di rekening kamu bisa langsung terambil. Meskipun bank biasanya akan mengembalikan uang tersebut selama penyelidikan, ada kalanya dana yang hilang bisa saja tidak dikembalikan jika ada masalah dengan klaim tersebut.
Terlebih lagi, jika kamu harus melakukan pembayaran penting seperti tagihan atau sewa rumah, kehilangan akses ke uang bisa sangat merepotkan.
Baca Juga: Fenomena Lavender Marriage yang Sedang Viral, Kenapa Jadi Heboh?
4. Struk Pembelian Lama
Meskipun struk tidak mengandung informasi yang terlalu penting, penjahat bisa memanfaatkan informasi yang tercetak di struk untuk melakukan penipuan. Misalnya, jika dompet kamu dicuri, pencuri yang tahu informasi dari struk seperti nama toko atau transaksi terakhir bisa mencoba menipu kamu lewat telepon atau pesan.
Artikel Selanjutnya
Memahami Ketidakpastian Ekonomi 2025, Harus Ngapain Biar Nggak Boncos?
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Sumber: Real Simple
Artikel Terkait
Memahami Ketidakpastian Ekonomi 2025, Harus Ngapain Biar Nggak Boncos?
5 Cara Mengelola Keuangan yang Tak Boleh Dilakukan Kelas Menengah Jika Ingin Hidup Mapan
7 Langkah Praktis Mengurangi Pengeluaranmu Setiap Bulan Agar Hidupmu Lebih Tenang
6 Mitos Dalam Investasi yang Tidak Perlu Kamu Ambil Hati. Temukan Kebenarannya di Sini!
6 Hal yang Bisa Membuat Kalangan Menengah Boros, Pengeluaran yang Tak Perlu dan Harus Dikendalikan
Prabowo Resmikan Coretax: Sistem Perpajakan Modern yang Efisien dan Efektif
Begini Cara Akses Coretax dan Pengukuhan PKP Agar Tak Salah Buat!
4 Alasan Orang Susah Menabung untuk Dana Darurat, Bukan Melulu karena Pendapatan yang Rendah
6 Barang yang Bisa Dijual (atau Disewakan!), Solusi Menabung untuk Kelas Menengah
2 Langkah untuk Mulai Menabung Dana Darurat, Mulai Saja Sedikit-sedikit tetapi Konsisten