bugar

Konsumsi Junk Food Terlalu Banyak Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan Serius

Minggu, 25 Februari 2024 | 10:00 WIB
Foto JEnis Makanan Junk Food (pexels.com/Amar Preciado)

PejuangKantoran.com - Saat ini peminat makanan jenis junk food sangat tinggi. Junk food adalah makanan yang mengandung kalori, lemak, gula,dan garam yang tinggi.

Ternyata sering mengonsumsi makanan jenis junk food itu memiliki dampak yang cukup serius bagi tubuh.

Menurut Dosen sekaligus Peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Siti Rahayu Nadhiroh SKM M Kes, junk food rendah akan zat-zat gizi seperti vitamin dan mineral, namun tinggi akan kandungan energi, garam, gula, atau lemak.

Baca Juga: Agak Laen Tembus 7 Juta, Komika Agak Laen Siap Jadi Manusia Silver

Kenapa disebut junk food? Itu karena makanan jenis ini tidak berperan dalam pola makan yang sehat. Khususnya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Efek Jangka Panjang

Dr Nadhiroh menjelaskan, memang muncul keraguan atas klaim bahwa konsumsi junk food berdampak serius. 

Hal itu terjadi karena efek terlalu banyak atau mengonsumsi junk food berlebihan bersifat jangka panjang. Baru ketika masalah kesehatan muncul pada kemudian hari, orang menyadari konsekuensinya. Studi dan penelitian telah membuktikan efek negatif jangka panjang dari kebiasaan mengkonsumsi junk food itu.

“Dampaknya mungkin tidak dirasakan langsung. Tetapi banyak penelitian telah membuktikan efek negatif dari kebiasaan mengonsumsi junk food,” ujarnya.

Baca Juga: Mengapa Umat Katolik Pantang Daging pada Hari Jumat selama Masa Prapaskah?

Risiko Kesehatan

Ada beragam efek yang akan timbul saat berlebihan mengonsumsi junk food. Dampak jangka pendeknya, misalnya rasa lelah, kembung, dan sulit berkonsentrasi.

Sementara dampak jangka panjangnya dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan stroke. Terlalu banyak lemak jenuh dalam junk food dapat meningkatkan produksi kolesterol jahat dalam tubuh. Itu meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Dr Nadhiroh juga menyoroti bahwa konsumsi junk food dapat mengganggu fungsi otak, mengurangi konsentrasi, dan merusak ingatan.

Halaman:

Tags

Terkini