Di sinilah pentingnya menggabungkan data kuantitatif (angka dan statistik) dengan penilaian kualitatif (pengalaman dan persepsi pribadi).
Kombinasi keduanya bisa memberi gambaran yang lebih utuh tentang kolaborasi, termasuk apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.
Baca Juga: Apa Itu Sistem Otomatisasi, yang Disebut Dapat Membuat Kita Bekerja Lebih Cepat dan Efisien?
3. Bedakan kolaborasi dan koordinasi
Banyak orang mengira kolaborasi dan koordinasi itu sama. Padahal, keduanya sangat berbeda.
Kolaborasi adalah saat kamu dan rekan kerja saling bertukar ide secara langsung dan cepat, seperti bekerja sama menciptakan sesuatu secara real-time.
Sementara koordinasi adalah ketika pekerjaan dibagi secara bergiliran, seperti estafet. Saat seseorang menyelesaikan bagiannya, pekerjaan baru akan diteruskan ke orang berikutnya.
Masalahnya, orang sering memaksa semua pekerjaan dilakukan secara kolaboratif, padahal bisa saja diselesaikan dengan koordinasi biasa. Akibatnya, tim jadi kebanjiran rapat dan diskusi yang tidak perlu.
Lalu, apa solusinya?
Baca Juga: Mau Tahu Seperti Apa Rasanya Dicintai secara Ugal-ugalan? Tonton Deh, 'Sore: Istri dari Masa Depan'
Ubah pola pikir. Tidak semua hal harus dikerjakan secara langsung bersama-sama. Jika tugas bisa dilakukan secara asinkron, misalnya lewat email atau tools kerja digital tanpa harus rapat, lakukan saja.
Dengan begitu, ini akan mengurangi beban kerja dan membuat kolaborasi menjadi lebih fokus dan strategis.
Jadi, kolaborasi di tempat kerja yang baik bukan soal seberapa sering bekerja sama, tetapi seberapa efektif dan adil kerja sama itu dilakukan.
Artikel Terkait
Mau Tahu Seperti Apa Rasanya Dicintai secara Ugal-ugalan? Tonton Deh, 'Sore: Istri dari Masa Depan'
Konsisten Berikan Pengalaman Positif Nasabah, BRI Sabet Penghargaan Banking Service Excellence
Hindari 10 Kesalahan Umum Charge Perangkat Elektronik, Awas Meledak!
Fenomena Ghostworking, Saat Rekan Kerja Kelihatan Produktif, Tapi Pekerjaannya Tak Ada yang Beres
BRIvolution: Akselerasi Transformasi BRI Menuju Masa Depan Perbankan
Jangan Biarkan Perilaku Manipulatif di Tempat Kerja Karena Dampaknya Merusak. Berikut Ciri-cirinya!
Etika Kirim Chat Urusan Pekerjaan agar Terkesan Santai, tapi Tetap Profesional