Cara Meminta Feedback pada Rekruter setelah Menerima Surat Pernyataan Tidak Diterima Bekerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 13 Februari 2026 | 13:45 WIB
Ilustrasi: Kamu bisa menyampaikan terima kasih dan meminta feedback saat menerima email berisi pernyataan tidak diterima bekerja. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Kamu bisa menyampaikan terima kasih dan meminta feedback saat menerima email berisi pernyataan tidak diterima bekerja. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Menerima kabar bahwa kamu tidak diterima bekerja memang bikin drop, apalagi jika ini terjadi setelah kamu mengirimkan berpuluh lamaran ke berbagai perusahaan. Wajar kan, kalau kamu ingin segera menghapus rejection email tersebut?

Tetapi kalau kamu ingin dianggap lebih profesional, ada baiknya kamu mengirimkan balasan yang sopan dan terukur dalam bentuk appreciation letter. Dalam email tersebut, kamu bisa sekaligus meminta feedback apa yang bikin kamu nggak terpilih.

Kalau kamu ingin meminta feedback setelah menerima penolakan kerja, ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan:

Baca Juga: Mengapa Kamu Perlu Merespons 'Rejection Letter' yang Menyatakan Kamu Tidak Diterima Bekerja?

Sampaikan terima kasih, karena telah menginformasikan keputusan mereka kepadamu. Bersyukurlah karena diberi waktu dan kesempatan untuk wawancara kerja. Sampaikan dalam satu atau dua kalimat bahwa kamu senang bisa belajar lebih banyak tentang visi perusahaan dan berdiskusi dengan tim di sana.

Sampaikan kekecewaan secara singkat. Memang kamu harus move on, tapi nggak perlu pura-pura terlalu tegar. Menunjukkan kekecewaan bisa menunjukkan bahwa kamu benar-benar berminat pada posisi dan perusahaan tersebut. Menyampaikan secara singkat bertujuan agar nada email kamu tetap positif dan tidak terkesan mellow.

Tunjukkan kamu masih tertarik. Terkadang rekruter menganggap kandidat yang ditolak akan langsung mencari peluang di tempat lain dan tidak lagi berminat pada perusahaan mereka.

Tegaskan kembali kalau kamu selalu open untuk bekerja di sana kalau ada kesempatan lain. Dengan begitu, nama kamu tetap ada dalam shortlist mereka ketika ada posisi baru yang dibuka.

Meminta feedback. Hal ini biasanya dilakukan kalau kamu baru memulai karier, seperti mahasiswa magang atau lulusan baru, untuk memperbaiki diri di proses lamaran selanjutnya. Tanyakan alasan mengapa kamu belum terpilih. 

Namun ingat juga bahwa rekruter adalah orang-orang sibuk dan langsung ke intinya.

“Sampaikan minat kamu untuk menerima umpan balik guna meningkatkan diri dengan sopan,” kata Steven Mostyn, CEO and Chief Reverse Recruiter di Superstar Resume.

Baca Juga: Diam Bukan Berarti Consent: Memahami Tonic Immobility yang Terjadi pada Korban Mohan Hazian

“Sebutkan secara spesifik aspek apa dari lamaran atau wawancara kamu yang ingin kamu dapatkan umpan baliknya.”

Misalnya:
• Apakah ada cara yang dapat saya lakukan untuk meningkatkan kinerja wawancara saya?
• Apakah saya kekurangan pengalaman, keterampilan, atau kemampuan tertentu?
• Apa yang Bapak/Ibu sarankan untuk saya perbaiki pada CV atau surat lamaran saya?

Meski begitu, jangan mengajukan terlalu banyak pertanyaan. Ajukan satu atau dua pertanyaan berdasarkan apa yang tertulis dalam surat penolakan, atau apa yang menurut kamu mungkin menjadi alasan penolakan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed, Arcadia.edu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X