PejuangKantoran.com - Merasa sulit fokus di pagi hari sering kali dianggap sebagai masalah disiplin. Padahal, sains menunjukkan bahwa kondisi ini bisa berkaitan dengan cara tubuh bekerja secara alami.
Dalam dunia Circadian Rhythm, setiap orang memiliki “jam internal” yang mengatur kapan tubuh merasa paling segar atau justru lelah. Ketika jadwal kerja tidak selaras dengan ritme ini, dampaknya bukan sekadar rasa kantuk, melainkan juga penurunan fungsi kognitif.
Penelitian dari Paul Kelley menunjukkan hal menarik. Saat sebuah sekolah di Inggris mengubah jam masuk dari pukul 08.50 menjadi 10.00, hasilnya cukup signifikan yaitu ketidakhadiran karena sakit turun hingga 50%, dan performa akademik meningkat sekitar 17% dibanding rata-rata nasional.
Baca Juga: Wajarkah Jika Rekruter Meminta Slip Gaji di Kantor Lama sebagai Bukti Penghasilan Kamu?
Temuan ini memperkuat gagasan bahwa waktu aktivitas yang lebih selaras dengan ritme tubuh dapat berdampak langsung pada kesehatan dan performa.
Jam biologis manusia diatur oleh bagian otak bernama Suprachiasmatic Nucleus, yang merespons cahaya melalui mata. Sistem ini menentukan kapan tubuh memproduksi hormon seperti melatonin (untuk tidur) dan kortisol (untuk bangun).
Jika seseorang dipaksa bangun sebelum siklus ini siap, berbagai efek bisa muncul: mood lebih buruk, konsentrasi menurun, performa kerja tidak optimal
Bahkan, American Academy of Sleep Medicine menegaskan bahwa kurang tidur atau gangguan ritme sirkadian dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan.
Tidak Semua Orang “Morning Person”
Setiap individu memiliki chronotype, yaitu kecenderungan alami kapan mereka paling produktif.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menunjukkan bahwa variasi ini dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, hingga jenis kelamin.
Itulah sebabnya sebagian orang optimal di pagi hari, sementara yang lain baru benar-benar fokus di siang atau malam.
Baca Juga: Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?' Soroti Fenomena Fatherless dari POV Anak yang Beranjak Dewasa
Sebagian besar studi tentang perubahan jam biologis memang banyak dilakukan pada remaja, yang secara alami memiliki ritme tidur lebih lambat.
Untuk orang dewasa, efeknya tetap ada namun bisa sangat bervariasi tergantung individu, pola hidup, dan lingkungan kerja.
Artikel Terkait
Resign dari Lingkungan Kerja yang Toxic Bisa Menyelamatkan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya
7 Kesalahpahaman dari Bounded Choice yang Mesti Kamu Tahu Agar Terhindar Konflik dengan Atasan
Bounded Choice Itu Bukan Manipulatif dan Bisa Membuat Kerja Tim Menjadi Lebih Efektif
Bisakah Menggugat Rekan Kerja yang Menularkan Penyakit? Ini Penjelasan Hukumnya
Kandidat Tidak Muncul saat Diundang Wawancara Kerja Makin Sering Terjadi dalam Proses Rekrutmen
Karyawan yang Selalu Diawasi saat Bekerja Kini Menemukan Cara Baru untuk Menghindari Stres
Agar Komunikasimu Efektif dan Berikan Hasil Kerja yang Optimal, Kombinasikan Tiga Pilar Aristotle Ini di Kantor
Wajarkah Jika Rekruter Meminta Slip Gaji di Kantor Lama sebagai Bukti Penghasilan Kamu?
Bagi Level Manajerial, Lakukan Audience Mapping dengan 4 Komponennya Agar Komunikasi ke Tim Efektif
5 Cara Merespons Permintaan Slip Gaji agar Proses Rekrutmen Berjalan Lebih Adil dan Transparan