Kerja Sebelum Jam 10 Pagi Bisa Bikin Kamu Tak Fokus Kerja dan Brain Fog

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 7 April 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi:   (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Merasa sulit fokus di pagi hari sering kali dianggap sebagai masalah disiplin. Padahal, sains menunjukkan bahwa kondisi ini bisa berkaitan dengan cara tubuh bekerja secara alami.

Dalam dunia Circadian Rhythm, setiap orang memiliki “jam internal” yang mengatur kapan tubuh merasa paling segar atau justru lelah. Ketika jadwal kerja tidak selaras dengan ritme ini, dampaknya bukan sekadar rasa kantuk, melainkan juga penurunan fungsi kognitif.

Penelitian dari Paul Kelley menunjukkan hal menarik. Saat sebuah sekolah di Inggris mengubah jam masuk dari pukul 08.50 menjadi 10.00, hasilnya cukup signifikan yaitu ketidakhadiran karena sakit turun hingga 50%, dan performa akademik meningkat sekitar 17% dibanding rata-rata nasional. 

Baca Juga: Wajarkah Jika Rekruter Meminta Slip Gaji di Kantor Lama sebagai Bukti Penghasilan Kamu?

Temuan ini memperkuat gagasan bahwa waktu aktivitas yang lebih selaras dengan ritme tubuh dapat berdampak langsung pada kesehatan dan performa.

Jam biologis manusia diatur oleh bagian otak bernama Suprachiasmatic Nucleus, yang merespons cahaya melalui mata. Sistem ini menentukan kapan tubuh memproduksi hormon seperti melatonin (untuk tidur) dan kortisol (untuk bangun).

Jika seseorang dipaksa bangun sebelum siklus ini siap, berbagai efek bisa muncul: mood lebih buruk, konsentrasi menurun, performa kerja tidak optimal

Bahkan, American Academy of Sleep Medicine menegaskan bahwa kurang tidur atau gangguan ritme sirkadian dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan.

Tidak Semua Orang “Morning Person”

Setiap individu memiliki chronotype, yaitu kecenderungan alami kapan mereka paling produktif.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menunjukkan bahwa variasi ini dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, hingga jenis kelamin.

Itulah sebabnya sebagian orang optimal di pagi hari, sementara yang lain baru benar-benar fokus di siang atau malam.

Baca Juga: Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?' Soroti Fenomena Fatherless dari POV Anak yang Beranjak Dewasa

Sebagian besar studi tentang perubahan jam biologis memang banyak dilakukan pada remaja, yang secara alami memiliki ritme tidur lebih lambat.

Untuk orang dewasa, efeknya tetap ada namun bisa sangat bervariasi tergantung individu, pola hidup, dan lingkungan kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X