Meskipun AI sangat membantu perusahaan menghemat waktu, akhirnya ada gap besar yang tercipta. Perusahaan jadi kurang percaya pada surat lamaran yang terlihat terlalu sempurna (hasil buatan AI). Di pihak lain, pelamar merasa diperlakukan tidak adil oleh algoritma.
Beberapa perusahaan sebenarnya mulai menyadari hal ini. Makanya mereka mulai menggunakan metode penilaian lain, seperti meminta video singkat dari pelamar. Tujuannya untuk melihat kepribadian asli manusia, bukan sekadar teks yang disusun mesin.
Mereka ingin mendengar apa yang ada di dalam kepala seseorang secara langsung. Meskipun cara tersebut akhirnya membuat proses mencari pekerjaan jadi menuntut keterampilan tersendiri dan sangat memakan waktu.
Buat kamu yang masih berjuang, Applicant Tracking System itu memang menantang banget. Kuncinya, jangan lupa selalu customize surat lamaran dan CV kamu sesuai job description pada lowongan kerja ya!
Artikel Terkait
Produser Film 'Crocodile Tears' secara Khusus Membangun Rumah untuk Lokasi Utama Syuting
4 Tujuan Memakai Kaus Kaki Kompresi atau Compression Socks Saat Berlari yang Perlu Kamu Pahami
Hampir 90% Perempuan Resign dari Perusahaan Teknologi dalam 10 Tahun setelah Bergabung
Delegasi Uni Eropa di Indonesia Buka Lowongan Kerja Sekretaris, Gaji Mulai Rp18,5 Juta
PT Krakatau Osaka Steel Tutup Juni 2026, Hampir 200 Karyawan Terkena PHK
Berapa Kali Sebaiknya Mengunyah Makanan? Ternyata Bukan Sekadar 32 Kali
Wisma Jerman Surabaya Buka Lowongan Kerja untuk Staf Divisi Program dan Budaya