3 Gaya Kepemimpinan Modern yang Bisa Disimpulkan dari Tokoh-tokoh The Devil Wears Prada 2

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 Mei 2026 | 18:55 WIB
Dari sisi dunia kerja, setidaknya ada tiga gaya kepemimpinan modern yang digambarkan di film The Devil Wears Prada 2. (IMDb)
Dari sisi dunia kerja, setidaknya ada tiga gaya kepemimpinan modern yang digambarkan di film The Devil Wears Prada 2. (IMDb)

Emily berhasil mendobrak kariernya dari asisten yang panik menjadi eksekutif yang sangat berpengaruh. Dia punya adaptabilitas luar biasa, tapi hal itu juga bisa jadi peringatan.

Dia meniru ketegasan Miranda tapi nggak dibarengi dengan strategi kolaborasi jangka panjang. Emily bisa sukses karena ambisinya, tapi itu membuat posisinya jadi nggak stabil.

Jabatan tinggi tidak otomatis berhasil

Selain gaya kepemimpinan tiga tokoh tersebut, setiap industri pada dasarnya punya kategori keempat yang disebut "Fosil" atau pemimpin dengan kemampuan adaptasi yang rendah.

Mereka adalah orang-orang yang bersikeras menolak perubahan besar yang terjadi di sekitar mereka sampai akhirnya mereka benar-benar ketinggalan zaman.

Baca Juga: Ditampar Baim Wong saat Syuting 'Suamiku Lukaku', Acha Septriasa Alami Pecah Pembuluh Darah

Lauren Weisberger dan Aline Brosh McKenna yang menulis skenario film ini cukup cerdas untuk tidak menempatkan Miranda di kategori ini. Miranda digambarkan masih berjuang mati-matian agar tetap relevan, dan itu jauh lebih menarik untuk disaksikan daripada pemimpin yang sudah menyerah pada keadaan.

The Devil Wears Prada 2 mengingatkan kita bahwa gaya kepemimpinan tertentu tidak otomatis berhasil hanya karena kamu sudah duduk di kursi jabatan tinggi.

Memimpin adalah perpaduan antara seni dan sains. Kamu butuh perilaku yang terukur untuk mencapai hasil, tapi juga harus punya insting untuk beradaptasi.

Di era yang serba tidak menentu ini, bukan posisi atau jabatan yang bisa bikin kamu bertahan. Apakah kamu merasa seperti Miranda, Andy, atau Emily, pelajarannya tetap sama.

Agar tetap relevan, kamu butuh kerendahan hati untuk belajar lagi, keberanian untuk berubah, dan kebijaksanaan untuk membantu generasi pemimpin berikutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X