Bahaya Bromat dalam Air Mineral Kemasan, Jangan Langsung Percaya Hoax

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 28 Februari 2024 | 12:00 WIB
Ahli jelaskan soal bahaya bromat dalam air mineral (Foto : https://www.freepik.com/free-photo/clear-glass-with-water_11684243.htm#fromView=search&page=1)
Ahli jelaskan soal bahaya bromat dalam air mineral (Foto : https://www.freepik.com/free-photo/clear-glass-with-water_11684243.htm#fromView=search&page=1)

PejuangKantoran.com - Belum lama viral unggahan di media sosial terkait kandungan bromat melebihi ambang batas yang ditetapkan dalam air minum kemasan. Apa bahaya bromat?

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., menanggapi perihal bahaya bromat.

Bahaya bromat, kata Zullies, yang disampaikan oleh konten kreator tersebut tidaklah benar.

Zullies menjelaskan bahwa bromat merupakan produk sampingan yang terbentuk ketika air minum didesinfeksi dengan proses  ozonasi. Bromat bukanlah senyawa yang normal terdapat secara alami di air. Selain itu, bromat merupakan senyawa yang tidak memiliki rasa atau warna.

Baca Juga: Akhirnya, Komika Agak Laen Penuhi Janji Jadi Manusia Silver

“Jadi, jika sang influencer bilang bahwa bromat itulah yang membuat rasa agak manis, maka itu sebenarnya adalah tidak benar, karena bromat itu tidak berasa,” ucap dia dikutip dari laman UGM. 

Zullies menyampaikan bromat bisa ditemukan pada air yang disterilkan dengan proses ozonasi. Bromat akan muncul saat ozon yang digunakan untuk mendesinfeksi air minum bereaksi dengan bromida alami yang ditemukan di sumber air.

Bromida mengandung unsur Brom (Br) yang bermuatan negatif. Ketika diozonisasi, Brom yang bermuatan negatif bisa bereaksi dengan ozon atau O3 dan terbentuklah senyawa Bromat atau BrO3.

“Bromat dapat masuk ke air minum kemasan jika proses penyaringan tidak dilakukan dengan hati-hati atau jika ada kontaminasi dalam sumber air. Kandungan bromat dalam air minum masih dibolehkan, asal tidak melebihi 10 mcg/L,” urainya.

Menurut WHO, batas aman yang diperbolehkan dalam kandungan air mineral adalah 10 ppb (part per bilion) atau 10 mikrogram/Liter. Standar ini dihitung berdasarkan  Hal ini berdasarkan batas atas potensi kanker untuk bromat adalah 0,19 per mg/kg berat badan per hari.

Baca Juga: Studi: Duh, Gara-gara Kerja, Orang Mulai Jarang Tertawa

Bahaya Bromat

Pada studi dengan hewan, dijumpai bahwa bromat dapat memicu kanker namun belum diketahui dampaknya pada manusia.

Keracunan bromat dosis tinggi sangat jarang terjadi, kecuali orang secara sengaja atau tidak sengaja menelan cairan kimia yang mengandung bromat. Efek dari kercaunan bromat dapat mengakibatkan muntah-muntah, sakit perut dan diare.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X