3. Mengira DOMS adalah cedera
DOMS tidak sama dengan cedera. Namun banyak yang tidak bisa membedakan DOMS dengan:
- Strain otot (otot tertarik atau terjadi ketegangan otot);
- Tendinopati (masalah pada tendon, yait jaringan ikat kuat yang menghubungkan otot ke tulang);
- Micro-tears yang berlebihan.
Tanda bukan DOMS:
- nyeri tajam;
- bengkak besar;
- memar;
- nyeri pada satu titik spesifik.
Jika tanda-tanda ini muncul, fix itu cedera, bukan DOMS.
4. Minum obat anti-nyeri secara rutin (NSAID)
Rutin minum anti-nyeri seperti ibuprofen, natrium diclofenac adalah salah, karena:
- NSAID bisa memperlambat adaptasi otot;
- bisa mengganggu proses pemulihan natural.
Yang benar: Konsumsi obat anti-nyeri hanya jika nyeri sangat mengganggu aktivitas harian.
Baca Juga: Saat Mengalami Kram Otot, Jangan Panik. Lakukan Langkah-Langkah Berikut Ini!
5. Tidak minum cukup air setelah latihan intens berbasis eksentrik
Dehidrasi memperburuk DOMS.
6. Tidak melakukan pendinginan sama sekali
Banyak yang selesai latihan langsung berhenti mendadak.
Konsekuensinya:
- aliran darah menurun tiba-tiba;
- produk metabolik menumpuk;
- recovery makin lambat.
Yang benar: Lakukan 5–10 menit jalan santai lalu ikuti dengan stretching dinamis ringan.
7. Melakukan stretching statis terlalu agresif saat otot sedang sangat sakit