First-Year Turnover, Karyawan Keluar Saat Belum Sampai Setahun Bekerja, Bukan Perkara Enteng. Ini Aalasannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 9 Juni 2026 | 16:41 WIB
Kualitas onboarding yang bagus bisa mengurangi tingkat first-year turnover. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Kualitas onboarding yang bagus bisa mengurangi tingkat first-year turnover. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Onboarding yang Lemah

Onboarding adalah faktor penting dalam mempertahankan (retensi) karyawan baru. Dalam fase ini karyawan membentuk kesan tentang organisasi pada minggu-minggu dan bulan-bulan pertama. Jika orientasi, pelatihan, atau pendampingan tidak memadai, risiko turnover meningkat tajam.

  1. Kualitas Manajer Langsung

Work Institute mencatat bahwa faktor terkait manajemen meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, alasan turnover yang terkait manajer lebih tinggi dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Karyawan baru sangat bergantung pada supervisor untuk arahan kerja, coaching, umpan balik,  dan dukungan sosial. Ketika lini manajerial ini tidak mampu menjalankan peran tersebut, risiko resign meningkat.

  1. Work-Life Balance

Data Work Institute 2025 menunjukkan bahwa sekitar 15,1% first-year turnover berkaitan dengan isu work-life balance. Fleksibilitas jadwal, hybrid work, dan pengelolaan beban kerja menjadi semakin penting terutama bagi pekerja muda.

Baca Juga: Sering Dibilang Mahal, Apa Saja yang Termasuk dalam Biaya Rekrutmen Karyawan Baru?

  1. Pengembangan Karier yang Tidak Jelas

Berbagai laporan retensi menunjukkan bahwa kesempatan berkembang tetap menjadi alasan utama banyak karyawan meninggalkan perusahaan. Jika karyawan baru tidak melihat peluang belajar, peningkatan kompetensi, atau jalur karier yang jelas, mereka lebih mudah untuk menerima tawaran dari perusahaan lain.

  1. Kompensasi

Gaji tetap penting, tetapi menariknya berbagai studi menunjukkan bahwa kompensasi bukan selalu alasan nomor satu. Pada banyak kasus first-year turnover, faktor penyebab yang dominan adalah ekspektasi pekerjaan, onboarding, manajer, dan karier.

Intinya, first-year turnover bukan sekadar angka, namun indikator yang bisa menjawab pertanyaan penting berikut ini:

  • Apakah perusahaan merekrut orang yang tepat?
  • Apakah pengalaman karyawan baru sesuai dengan yang dijanjikan perusahaan?
  • Apakah supervisor mampu membimbing anggota tim baru?
  • Apakah budaya organisasi cukup kuat untuk membuat orang bertahan?

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, qooper.io, Workinstitue.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X