First-Year Turnover, Karyawan Keluar Saat Belum Sampai Setahun Bekerja, Bukan Perkara Enteng. Ini Aalasannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 9 Juni 2026 | 16:41 WIB
Kualitas onboarding yang bagus bisa mengurangi tingkat first-year turnover. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Kualitas onboarding yang bagus bisa mengurangi tingkat first-year turnover. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Bagi manajerial dan tim human resources (HR) atau SDM, perkara satu ini tidak boleh diremehkan, yaitu first-year turnover atau karyawan yang belum satu tahun bekerja tapi sudah keluar. Ini adalah perkara yang sangat penting.

Menurut 2025 Retenton Report yang dibuat oleh Workinstitue.com, pada tahun 2025 dari seluruh turnover karyawan, tercatat hingga 40% terjadi dalam tahun pertama masa kerja. Laporan ini berdasarkan survei yang dilakukan Work Isntitue terhadap karyawan yang keluar dari lebih 175 perusahaan di Amerika Serikat dari berbagai industri.

Dalam praktik manajemen SDM modern, first-year turnover sering dianggap sebagai salah satu indikator paling awal untuk menilai kualitas proses rekrutmen, onboarding, kepemimpinan, dan budaya organisasi.

Saking pentingnya, sampai sejumlah Perusahaan global memantau metrik ini secara khusus. Alasannya masuk akal, karyawan yang keluar pada tahun pertama biasanya belum menghasilkan nilai ekonomi yang cukup untuk menutupi biaya perekrutan dan pelatihan mereka.

Perusahaan global yang sangat memerhatikan first-year turnover antara lain Rentokill Initial (Rentokil-Terminix). Menurut Perusahaan jasa pengendalian hama global dengan sekitar 60.000 karyawan ini secara terbuka menyebut bahwa turnover pada tahun pertama merupakan risiko operasional dan finansial yang signifikan (qooper.io).

Baca Juga: 5 Kualitas Manajer yang Bisa Menjadi Pemicu Turnover Karyawan yang Tinggi

Sebagai gambaran umum mengapa first-year turnover itu alasan utamanya bersifat ekonomi, yaitu pada fase 0-3 bulan, biaya yang dikeluarkan Perusahaan jauh lebih besar daripada nilai yang dihasilkan karyawan.

Lalu fase 3-6 bilan, karyawan mulai produktif namun secara hitungan, investasi onboarding belum kembali. Baru pada 6-12 bulan, investasi onboarding mulai kembali, dan di atas 12 bulan karyawan biasanya sudah mulai menghasilkan nilai bersih positif.

Logikanya, ketika karyawan keluar pada bulan ke-4, ke-6, atau ke-9, Perusahaan sudah mengeluarkan biaya rekrutmen, biaya onboarding, dan biaya pelatihan. Namun pada fase-fase itu, perusahaan belum memperoleh pengembalian investasi (return on investment, ROI) yang optimal.

Ada sejumlah penyebab utama terjadinya first-year turnover, yaitu:

  1. Ekspektasi Pekerjaan Tidak Sesuai Realitas

Ini merupakan salah satu temuan yang paling konsisten selama bertahun-tahun. Penelitian dan praktik exit interview menunjukkan bahwa banyak karyawan baru keluar karena pekerjaan yang mereka temui berbeda dari gambaran saat proses rekrutmen.

Dalam studi kasus yang dianalisis Work Institute, alasan utama karyawan baru keluar bukanlah gaji, melainkan ekspektasi pekerjaan yang tidak terpenuhi.

Misal, tugas pekerjaan berbeda dari yang dijelaskan, beban kerja lebih berat dari yang digambarkan, budaya kerja tidak sesuai ekspektasi, atau peluang karier tidak seperti yang dibayangkan.

Baca Juga: 10 Dampak Buruk bagi Perusahaan Ketika Tingkat Turnover Tinggi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, qooper.io, Workinstitue.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X